*KUNCI KEENAM: DO’A*

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة اما بعد

Sahabat Bimbingan Islām, rahimaniy wa rahimakumullāh yang semoga selalu dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan membaca Kitāb: كيف تكون مفتاحاً للخير (Bagaimana anda menjadi pembuka pintu kebaikan) yang dibawakan oleh Syaikh Abdurrazzaq Al Badr hafizhahullah ta’ala

Pada kesempatan kali ini diantara kunci yang disebutkan oleh Beliau, yaitu kunci ke-6 (langkah ke-6) adalah doa. Baik kita langsung saja membaca penjelasan beliau.

KUNCI KEENAM: DO’A
Doa adalah kunci segala sesuatu. Salah seorang ulama Salaf berkata tentang hal ini:

“Aku memperhatikan seluruh amal kebaikan ternyata pintu-pintu kebaikan itu sangat banyak. Shalat adalah kebaikan, puasa adalah kebaikan, haji adalah kebaikan. Ada banyak pintu kebaikan aku temukan. Aku temukan sebuah kesimpulan bahwa seluruh kebaikan tersebut di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka aku pun yakin bahwa do’a adalah kunci semua kebaikan.”
Demikian kata beliau.

Anda tidak akan mampu menunaikan shalat kecuali apabila Allah menolong Anda, Anda tidak akan mampu menunaikan haji kecuali apabila Allah menolong Anda, Anda tidak akan mampu berpuasa kecuali apabila Allah menolong Anda, Anda tidak akan mampu bersedekah kecuali apabila Allah menolong Anda, Anda tidak akan mampu menjadi anak yang berbakti kecuali apabila Allah menolong Anda, Anda tidak akan mampu melakukan amal kebaikan lainnya kecuali apabila Allah menolong Anda.

Oleh karena inilah pada saat perang ahzab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendendangkan sebuah syair:

وَاللهِ لَوْلَا أَنْتَ مَا اهْتَدَيْنَا، وَلَا تَصَدَّقْنَا وَلَا صَلَّيْنَا
_”Demi Allah, seandainya bukan karena Allah kita tidak akan mungkin mendapatkan hidayah, kita tidak mungkin melakukan puasa, kita tidak mungkin mendirikan shalat.”_
(HR Bukhari no 4104 dan Muslim no 1803)

Allah Ta’ala pun juga telah berfirman yang artinya:

“Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu niscaya tidak seorangpun diantara kalian bersih dari perbuatan keji dan mungkar itu selama-lamanya tetapi Allah membersihkan siapa yang dia kehendaki.”
(QS An Nur: 21)

Allah Ta’ala juga berfirman:

“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka inilah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus sebagai karunia dan nikmat dari Allah.” (QS Al Hujurat: 7-8)

Jadi apabila anda ingin menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan, ingin menjadi golongan orang-orang yang mulia, ingin menjadi ahli ilmu yang unggul, ingin menjadi ahli ibadah yang agung, maka mintalah kepada Allah Azza wa Jalla. Hal ini karena seluruh perkara itu tadi berada di tangan-Nya (Azza wa Jalla).

Atas dasar inilah lebih dari satu ulama berkata:

الدعاء مفتاح كل خير من أُعطي التوفيق لاستخدام هذا المفتاح فقد أُعطي التوفيق لكل خير ومن مُنع من هذا المفتاح مُنع من الخير
_”Doa adalah kunci seluruh kebaikan, barangsiapa yang diberi taufik untuk menggunakan kunci ini maka ia telah diberi taufik kepada seluruh kebaikan dan barangsiapa yang terhalangi dari kunci ini maka ia terhalangi dari kebaikan.”_

Berdoalah kepada Allah, bersandarlah kepada Allah, jujurlah kepada Allah, perhatianlah dengan adab doa, dengan syarat doa, dengan kaidah-kaidah yang berkaitan dengan doa sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur’an dan hadist. Semua hal ini menjadi pondasi penting dalam bab ini.

Saat Anda menghadap kepada Allah dengan sepenuh hati sangat terdesak dengan limpahan karunia-Nya, sangat butuh dengan karunia-Nya, maka Allah akan mengabulkan do’amu. Anda akan menjalani seluruh kehidupan di dunia ini dengan predikat pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan.

Do’a dalam permasalahan ini sangat banyak. Saya tidak perlu panjang lebar membahasnya. Saya hanya akan mengisyaratkan dengan do’a yang pernah dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap akan keluar rumah. Beliau biasa berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ
_”Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari menyesatkan orang lain dan disesatkan oleh orang lain. Hamba berlindung kepada-Mu dari mengelincirkan orang lain atau tergelincirkan oleh orang lain. Hamba berlindung kepada-Mu dari mendzalimi orang lain atau dizhalimi orang lain. Hamba berlindung kepada-Mu dari berbuat kebodohan kepada orang lain atau diperlakukan dengan bodoh oleh orang lain.”_
(HR. Abu Dawud 2/746 no: 5094, An Nasa’iy 8/268 no: 5486, Ibnu Majah 2/1278 no: 3884, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dan dishahihkan Syeikh Al Albany)

Perhatikanlah do’a yang sangat agung, sangat indah, dan sangat diperlukan ketika keluar rumah ini. Apabila Allah memudahkan anda dengan terkabulnya do’a ini maka anda akan menjadi insan dengan predikat pembuka pintu kebaikan, penutup pintu keburukan.

Dahulu sebagian ulama Salaf ada yang berdo’a:

“Ya Allah selamatkanlah diriku dan selamatkan orang lain dariku.”

Tapi do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi lebih luas cakupannya, lebih indah kata-katanya, dan lebih sempurna maknanya. Setiap orang yang ingin menyandang predikat sebagai pembuka pintu kebaikan wajib bersandar kepada Allah Azza wa Jalla, wajib meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan rengekan agar Allah memuliakan dirinya dengan dibukakannya pintu-pintu kebaikan untuknya.

Kemudian diantara do’a yang agung yang selalu diamalkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari setelah salat subuh beliau berdo’a:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
_”Ya Allah hamba memohon kepadaamu ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima dan rezeki yang halal.”_ (HR Ibnu Majah no 925 dan Ahmad 6: 305)

Kemudian do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِيْ خَيْرًا
_”Ya Allah hamba memohon kepada-Mu seluruh jenis kebaikan, baik yang segera maupun yang tertunda, baik yang hamba tahu maupun yang hamba tidak tahu. Hamba juga berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, baik yang segera maupun yang tertunda, baik yang hamba tahu maupun yang hamba tidak tahu. Ya Allah hamba memohon kepada-Mu segala kebaikan yang diminta oleh hamba dan Nabi-Mu. Hamba juga berlindung dari keburukan yang hamba dan Nabi-Mu berlindung darinya. Ya Allah hamba memohon kepada-Mu surga dan segala hal yang mendekatkan kepadanya baik ucapan maupun perbuatan. Hamba juga berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala hal yang mendekatkan kepada adanya, baik ucapan maupun perbuatan. Hamba juga memohon kepada-Mu agar seluruh takdir-Mu menjadi kebaikan untukku.”_
(HR Ibnu Majah)

Demikian yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrazzaq Al Badr hafizhahullah ta’ala dalam kunci ke-6 yaitu do’a.
Kita perlu berdo’a meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap orang yang ingin menjadi pembuka pintu kebaikan penutup pintu keburukan, dia harus memintanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena semuanya adalah karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga bermanfaat
والله تعالى أعلم بي لصواب
وصلا الله على النبين محمد
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
〰〰〰〰〰〰〰
BimbinganIslam.com
Senin, 03 Rajab 1442 H / 15 Februari 2021 M
Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc.
Kitāb Kaifa Takuunu Miftaahan Lil Khoir
Halaqoh 07: Kunci Keenam Do’a=
———————————————————-​
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya. Shalawat dan salam semoga juga dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Álaihi Wasallam, segenap keluarga dan para sahabatnya.

MEDIA DAKWAH EUROMOSLIM: Buletin Terbit Setiap Hari Jum’at
EUROMOSLIM-AMSTERDAM
Indonesisch-Nederlandsche Moslim Gemeenschap–Amsterdam
Organisasi Keluarga Muslim Indonesia-Belanda di Amsterdam
EKINGENSTRAAT 3-7, AMSTERDAM-OSDORP

Amsterdam, 16 juli 2021 / 06 dhulhijjah 1442
Saran, komentar dan sanggahan atas artikel diatas kirim ke:
E-mail: Euromoslim-Amsterdam