*KUNCI KETUJUH: MENJAUH DARI SUMBER FITNAH DAN SYUBHAT LALU BERHATI-HATI DARINYA*

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة أما بعد

Sahabat Bimbingan Islām, rahimaniy wa rahimakumullāh, yang semoga selalu dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Pada kesempatan kali ini (in syā Allāh) kita akan melanjutkan membaca Kitāb: كيف تكون مفتاحاً للخير (Bagaimana Anda Menjadi Seorang Pembuka Kunci Kebaikan) yang merupakan ceramah dari Syaikh Abdurrazaq Al Badr hafizhahullāhu ta’āla.

Dan kita sampai pada kunci ketujuh atau langkah ketujuh bagi orang yang ingin menjadi pembuka pintu kebaikan penutup pintu keburukan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

KUNCI KETUJUH: MENJAUH DARI SUMBER FITNAH DAN SYUBHAT LALU BERHATI-HATI DARINYA

Di antara hal yang menjadi sebab seseorang memperoleh predikat pembuka pintu kebaikan adalah ia menjauh dari sumber-sumber fitnah dan syubhat lalu berhati-hati darinya.

Jalan ini akan menyelamatkan dirinya dan akan menyelamatkan orang lain dari terbukanya pintu-pintu keburukan.

Abdullāh bin Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhu berkata:

إِنَّهَا سَتَكُونُ أُمُورٌ مُشْتَبِهَةٌ ، فَعَلَيْكُمْ بِالتُؤَدَةِ ، فَإِنَّك أن تكون الرَّجُلَ يَكُونُ تَابِعًا فِي الْخَيْرِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تكُونَ رَأْسًا فِي الشرالضَّلالَةِ
_”Suatu saat nanti akan ada permasalahan-permasalahan yang syubhat, maka berhati-hatilah. Anda menjadi pengikut kebaikan itu lebih baik daripada pemimpin dalam keburukan.”_

Jadi barangsiapa yang ingin menjadikan dirinya sebagai pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan hendaknya dia berhati-hati dari syubhat dan berbagai fitnah yang ada.

Jangan menjadi orang yang cerobah dan sembrono, karena hal ini dapat menenggelamkan seseorang dan orang lain ke dalam kebinasaan.

Jadilah orang yang berhati-hati dan penuh pertimbangan. Hubungi ulama-ulama besar, ajak mereka berdiskusi, minta bimbingan mereka.

Jangan tergesa-gesa mengikuti pikiran atau hawa nafsu yang dikagumi. Begitu juga jangan tergesa-gesa mengikuti pendapat orang lain yang ada dalam masalah tersebut.

Jangan tergesa-gesa!

Apabila seseorang tergesa-gesa tanpa pertimbangan tanpa kehati-hatian, maka ia akan memasukkan dirinya pada kondisi yang sulit bahkan bisa jadi dia akan menjadi pembuka pintu keburukan bagi orang lain juga.

Sehingga seorang insan, seorang manusia wajib untuk:

⑴ Berhati-hati, pelan-pelan dan penuh ketenangan dalam memutuskan perkara.
⑵ Berdiskusi atau mendiskusikan masalahnya dengan para ulama.
⑶ Memperbanyak do’a kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla agar dijauhkan dari keburukan.
⑷ Tidak tergesa-gesa, lalu ikut masuk ke dalam arus fitnah dan syubhat.
⑸ Tidak sembrono, tidak ceroboh dalam hal-hal yang merupakan fitnah dan syubhat, supaya ia tidak menjadi pembuka pintu keburukan untuk dirinya dan orang lain.

Demikian yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrazaq Al Badr dalam kunci ketujuh yaitu seseorang hendaknya menjauh dari sumber fitnah dan syubhat. Lalu berhati-hati darinya.

Jangan sok pintar, jangan sok berani, jangan sembrono karena hal tersebut bisa memasukkan dia ke dalam bahaya dan bisa jadi bahaya tersebut juga akan terbuka untuk orang lain karena sebab dirinya.

Jadi semua orang (setiap orang) yang ingin menjadi pembuka pintu kebaikan, penutup pintu keburukan dia hendaknya menjauh dari sumber fitnah dan syubhat lalu berhati-hati darinya.

Semoga pembahasan ini bermanfaat.

Wallāhu Ta’āla A’lam bishawab.
وصلى الله على نبينا محمد
〰〰〰〰〰〰〰
BimbinganIslam.com
Selasa, 04 Rajab 1442 H / 16 Februari 2021 M
Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc.
Kitāb Kaifa Takuunu Miftaahan Lil Khoir
Halaqoh 08: Kunci Ketujuh Menjauh Dari Sumber Fitnah dan Syubhat Lalu Berhati-Hati Darinya
———————————————————-​
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya. Shalawat dan salam semoga juga dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Álaihi Wasallam, segenap keluarga dan para sahabatnya.

MEDIA DAKWAH EUROMOSLIM: Buletin Terbit Setiap Hari Jum’at
EUROMOSLIM-AMSTERDAM
Indonesisch-Nederlandsche Moslim Gemeenschap–Amsterdam
Organisasi Keluarga Muslim Indonesia-Belanda di Amsterdam
EKINGENSTRAAT 3-7, AMSTERDAM-OSDORP

Amsterdam, 23 juli 2021 / 13 dhulhijjah 1442
Saran, komentar dan sanggahan atas artikel diatas kirim ke:
E-mail: Euromoslim-Amsterdam: media@euromoslim.org