*KUNCI KESEPULUH: MENGINGAT HARI AKHIR DAN MENGINGAT SAAT-SAAT BERDIRI DI HADAPAN ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA*

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة اما بعد

Sahabat Bimbingan Islām, rahimaniy wa rahimakumullāh, yang semoga selalu dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Pada kesempatan kali ini (in syā Allāh) kita akan membaca kunci kesepuluh atau langkah yang kesepuluh yang disebutkan dalam Kitāb: كيف تكون مفتاحاً للخير (Bagaimana Anda Menjadi Pembuka Pintu Kebaikan) yang dibawakan oleh Syaikh Abdurrazaq Al Badr hafizhahullāhu ta’āla.

KUNCI KESEPULUH: MENGINGAT HARI AKHIR DAN MENGINGAT SAAT-SAAT BERDIRI DI HADAPAN ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA

Diantara hal yang dapat membantu seorang insan untuk menggapai predikat pembuka pintu kebaikan adalah ingat akhirat.

‌Ia ingat saat-saat ia berdiri di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
‌Ia ingat hari dibalasnya amal perbuatan.
‌Ia ingat bahwa seluruh ucapan dan perbuatan akan dibawa untuk bertemu Allāh Subhānahu wa Ta’āla pada hari kiamat.

Kemudian hendaknya ia juga perlu mengingat bahwa surga itu memiliki 8 pintu dan neraka memiliki 7 pintu.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَآ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ رُسُلٞ مِّنكُمۡ يَتۡلُونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِ رَبِّكُمۡ وَيُنذِرُونَكُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هَٰذَاۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنۡ حَقَّتۡ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ
_Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai dipintu-pintu tersebut (neraka), pintu-pintunya dibukakan dan para penjaga berkata kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kalian rasul-rasul dari kalangan kalian yang membacakan ayat-ayat Tuhan kalian, rasul-rasul yang memperingatkan kepada kaluan akan pertemuan (dengan) hari ini?” Mereka menjawab, “Benar, ada,” tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.”_. (QS. Az Zumar: 71)

Dikatakan kepada mereka, “Masukilah pintu-pintu neraka jahannam itu, kamu kekal di dalamnya, maka neraka jahannam itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri.”

Dan orang-orang yang bertakwa kepada tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan sampai ketika mereka sudah berada di pintu-pintu surga, pintu-pintu tersebut dibukakan kepadanya. Penjaga-penjaga berkata kepada mereka, “Kesejahteraan dilimpahkan atas kalian, berbahagialah kalian, maka masuklah (kalian) ke dalamnya kekal di dalamnya.”

Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allāh, yang telah memenuhi janjinya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami, sedang kami diperkenankan menempati surga di mana saja yang kami kehendaki,” maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.

Jadi surga itu memiliki pintu dan kunci, neraka juga memiliki pintu dan kunci. Kunci surga dan kunci neraka ini adanya di dunia bukan di akhirat. Di akhirat nanti hanya akan ada pembalasan dan hisab saja.

Di dunia inilah keberadaan kunci surga dan kunci neraka. Kunci surga adalah tauhīd, shalat, puasa, taat kepada Allāh dan menjalankan perintah-Nya. Neraka juga memiliki kunci, kuncinya adalah kesyirikan, kekufuran, kemaksiatan dan dosa. Orang yang melakukan kesyirik dan kekufuran maka pintu neraka akan terbuka baginya dan dia kekal di dalamnya selama-lamanya.

Adapun dosa dan kemaksiatan yang berada di bawah tingkat kekufuran dan kesyirikan maka apabila pelakunya masuk ke dalam neraka dia akan di adzab di sana sesuai kadar dosanya, tetapi dia tidak kekal. Hanya orang musyrik dan kafir yang kekal di sana.

Ada sebuah hadīts di dalam Shahīh Bukhāri dan Muslim dari hadīts dari shahabat Abū Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
_Barangsiapa menginfaqkan dua jenis kebaikan di jalan Allāh, maka pada hari kiamat kelak dia akan di panggil dari pintu surga, “Wahai hamba Allāh, ini adalah pintu terbaikmu.” Orang yang ahli shalat akan dipanggil dari pintu shalat, orang yang ahli puasa akan dipanggil dari pintu ar rayyan, orang yang ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad, orang yang ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”_
_Abū Bakar radhiyallāhu ‘anhu saat itu berkata, “Wahai Rasūlullāh, apakah setiap insan pasti akan dipanggil dari pintu-pintu ini? Lalu apakah ada orang yang di panggil dari seluruh pintu ini semua?” Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam pun menjawab, “Iya ada, dan aku berharap kamu termasuk orang yang dipanggil dari seluruh pintu itu.”_
(HR Muttafaqun ‘Alaih)

Jadi, penjagaan seorang hamba atas ibadah dan ketaatan ini (shalat, puasa, sedekah, dan lainnya), akan menjadi kunci surga baginya. Begitu juga berdakwah mengajak kepada kebaikan akan menjadi kunci surga karena dalam sebuah hadīts dikatakan:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
_”Orang yang menunjukkan kepada kebaikan maka ia seperti pelaku kebaikan tersebut.”_
(HR. Muslim)

Ini merupakan karunia yang sangat besar anda mengajak manusia kepada ketaatan lalu orang itu melakukan ketaatan tersebut maka anda akan dituliskan pahala seperti orang itu. Derajat anda akan meninggi di surga yang penuh kenikmatan saat anda menjadi penunjuk kebaikan maka saat itu anda juga menjadi pembuka pintu kebaikan.

Kesimpulannya:
Di antara hal yang sangat berpengaruh untuk menjadikan anda sebagai pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan adalah anda ingat surga, anda ingat neraka dan anda ingat saat-saat berdiri di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Demikian yang disampaikan oleh syaikh Abdurrazaq Al Badr hafizhahullāh ta’āla pada kunci ke-10 yaitu seseorang mengingat surga, neraka, saat-saat dibalasnya amal ibadah. Dengan itu dia akan berusaha untuk menjadi seorang insan yang membuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan, baik bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Karena saat ini dia melakukan hal ini menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain, Allāh akan memberikan pahala sebagaimana pelaku kebaikan tersebut.

Semoga Allāh menjadi kita seorang insan yang berbarakah, di manapun kita berada semoga kita dimudahkan untuk menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan.

Wallāhu Ta’āla A’lam bishawab

وصلى الله على نبينا محمد

BimbinganIslam.com
Jum’at, 07 Rajab 1442 H / 19 Februari 2021 M Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc.
Kitāb Kaifa Takuunu Miftaahan Lil Khoir
Halaqoh 11: Mengingat Hari Akhir Dan Mengingat Saat-Saat Berdiri Dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala
———————————————————-​
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya. Shalawat dan salam semoga juga dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Álaihi Wasallam, segenap keluarga dan para sahabatnya.

MEDIA DAKWAH EUROMOSLIM: Buletin Terbit Setiap Hari Jum’at
EUROMOSLIM-AMSTERDAM
Indonesisch-Nederlandsche Moslim Gemeenschap–Amsterdam
Organisasi Keluarga Muslim Indonesia-Belanda di Amsterdam
EKINGENSTRAAT 3-7, AMSTERDAM-OSDORP

Amsterdam, 13 agustus 2021 / 05 muharram1443
Saran, komentar dan sanggahan atas artikel diatas kirim ke:
E-mail: Euromoslim-Amsterdam: media@euromoslim.org