*PENGANTAR PENULIS DAN SEKILAS TENTANG ISI KITĀB*

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله، والصلاة و السلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين اما بعد

Alhamdulillāh. Ma’āsyiral Ikhwah wa Akhawat Fīdīn Rahimakumullāh.

Kembali kita memuji Allāh Subhānahu wa Ta’āla, mensyukuri atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya.

Alhamdulillāh, kita dipertemukan kembali di halaqah ke-2 dari pembahasan kitāb yang sangat bermanfaat, Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah (تهذيب السيرة النبوية) buah karya Al-Imamu Hafidz Abu Zakariyya Yahya ibnu Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasyqi rahimahullāhu ta’āla.

Ini adalah kelanjutan dari kajian kitāb yang diselenggarakan oleh grup WhatsApp Bimbingan Islām yang saat ini saya ingin menjelaskan tentang penulis dan kitāb ini sebelum kita memasuki pembahasannya.

Penulis kitāb ini adalah Al-Imamu Hafidz Abu Zakariyya Yahya ibnu Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasyqi rahimahullāhu ta’āla.

Ad-Dimasyqi nisbah kepada Ad-Dimasyq (Damaskus) Suriah sekarang (Siria) dan An-Nawawi nisbah kepada kota atau kampung beliau yang bernama Nawa yang ada di negeri Syām saat ini.

Negeri Syām meliputi Suriah, Yordania, Palestina, Libanon.

Beliau dilahirkan pada tahun 631 Hijriyyah, di kota Nawa. Kemudian beliau dididik ilmu oleh ayahnya. Sejak kecil beliau menghafal Al-Qur’ān (sebelum baligh), setelah itu beliau dibawa oleh ayahnya ke kota Damaskus untuk mempelajari ilmu dari para ulama yang ada di sana. Karena di sana (Damaskus) dahulu banyak ulama tinggal di sana.

Beliau sungguh-sungguh mempelajari ilmu, sehingga beliau memiliki banyak ilmu di berbagai bidang ilmu agama. Beliau dikenal oleh para ulama, sehingga pujian para ulama dalam hal ini sangat banyak.

Kita ringkas saja, misalnya:

Pujian dari salah seorang Ahlul Hadīts, Abul Abbās ibnu Farah yang menyebutkan bahwa,

كان الشيخ محى الدين- يعنب النووى- قدصا اليه ثلاث مراتب
Imam An-Nawawi memiliki tiga tingkatan dalam ilmu agama, yang masing-masing tingkatan ini kalau satu saja terdapat pada diri seseorang, maka orang akan berlomba-lomba untuk mendatangi dan bisa mempelajari keutamaan itu dari orang tersebut. Apalagi beliau disebut memiliki tiga tingkatan (keutamaan)

Tiga tingkatan itu adalah:

المرتبة الأولى: العلم و القيام بوظائفه
_⑴ Beliau memiliki ilmu pengetahuan yang mendalam dan mengamalkan ilmu tersebut (mempraktikkannya) dalam kehidupan._

Imam An-Nawawi kita ketahui, beliau adalah seorang ulama yang sangat mendalam ilmunya, apalagi di dalam ilmu hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam (ilmu sunnah).

Beliau menjelaskan tentang makna hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, menjelaskan tentang kedudukan hadīts (apakah hadīts ini shahīh atau tidak), beliau sangat terkenal dalam hal ini.

Beliau diberi gelar Al-Hafidz, seorang yang memiliki hapalan yang kuat dan luas tentang hadīts Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

المرتبة والثانية: الزهد في الدنيا و جميع أنوأعها
_⑵ Bersikap zuhud dalam kehidupan di dunia dan dalam hal-hal yang berhubungan dengannya._

المرتبة الثالثة: الأمر بالمعروف و النهي عن المنكر
_⑶ Menegakkan amalan besar dalam Islām yaitu beramar ma’ruf nahi mungkar. Berdakwah, mengajak manusia ke jalan Allāh Subhānahu wa Ta’āla._

Inilah pujian dari sebagian ulama tentang keutamaan dan keilmuan beliau rahimahullāhu ta’āla.

Beliau juga memiliki banyak tulisan, yang terkenal di antaranya; Riyadhus Shalihin, Syarh Shahīh Muslim (yang terkenal), Hadīts Al-Arbain An-Nawawiyyah.

Dalam masalah musthalah hadīts juga kita ketahui beliau mempunyai tulisan dalam hal ini, kemudian Kitāb Fiqih yang terkenal Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzab, Al-Adzkar, dan kitab-kitab yang lain.

Beliau wafat di kota Nawa, setelah beliau pulang dari Damaskus yaitu pada tahun 676 Hijriyyah. Ketika itu beliau masih muda, beliau berumur 45 tahun.

Tapi kita lihat, Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan keberkahan dalam hidup beliau, beliau menghasilkan karya-karya ilmiah yang sangat banyak.

Meskipun kita ketahui dalam hal yang berhubungan dengan masalah akidah, ada perkara-perkara yang disebutkan oleh sebagian ulama. Bahwasanya beliau terpengaruh ketika menjelaskan tentang masalah-masalah akidah Asma wa Shifat.

Ada sebagian dari takwil, meskipun ada sebagian ulama yang mengatakan beliau rujuk di akhir hidupnya. Karena ada buku yang ditulis oleh beliau menjelaskan masalah akidah tentang nama-nama dan sifat-sifat Allāh Subhānahu wa Ta’āla sesuai dengan akidah Ahlus Sunnah wal Jamā’ah.

Sesuai dengan akidah Imam Ahmad bin Hambal, akidah Imam Asy-Syafī’i, akidah Imam Malik bin Annas, Abu Hanifah dan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamā’ah yang lainnya.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla merahmati Imam An-Nawawi rahimahullāhu ta’āla dan menempatkannya di Surga Firdaus, dengan rahmat dan karunia-Nya.

Kitāb Tahdzībus Sīrah Nabawiyyah yang ditulis oleh imam besar, Imam An-Nawawi yang terkenal dengan keluasan ilmu dan ketelitiannya. Maka kitāb ini adalah kitāb yang sangat indah, sangat agung kandungan isinya.

Kitāb ini mempunyai beberapa keistimewaan, di antaranya dalam kitāb ini akan dimuat tentang Syamail Muhammadiyyah, karakteristik atau sifat-sifat (ciri-ciri) yang ada pada diri Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Termasuk ciri-ciri fisik yang ada pada diri Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Kitāb ini asalnya adalah kitāb besar yang ditulis oleh Imam An-Nawawi yaitu Kitāb Tahdzīb Al-Asma wa Al-Lughat, kemudian kitāb ini Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah atau rangkuman Sirah Nabawiyyah ini adalah semacam muqaddimah dari kitāb asalnya (Kitāb Tahdzīb Al-Asma wa Al-Lughat).

Tentu ini adalah kemuliaan bagi kitāb asalnya karena muqaddimahnya adalah penjelasan tentang biografi Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, sejarah hidup beliau, disertai dengan sifat dan ciri-ciri fisik Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang beliau sebutkan di dalam tulisan yang sangat bermanfaat ini.

Kemudian kitāb ini memiliki keistimewaan dan metode penulisan yang sangat baik di antaranya kitab ini benar-benar ringkas, dan memiliki cakupan yang menjelaskan tentang sejarah hidup Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan sifat dan ciri-ciri beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam secara mujmal (garis besar). Sehingga kitāb ini bisa dikatakan sebagai مدْخَل (pengantar) untuk kita belajar Sirah Nabawiyyah.

Seorang penuntut ilmu bisa mengambil kaidah dasar atau gambaran secara umum (global) tentang kehidupan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam untuk dia bisa melangkah membaca (mempelajari) kitāb yang lebih luas (panjang).

Kemudian bahasa yang beliau gunakan dalam menjelaskan isi kitāb ini benar-benar bahasa yang ringan dan mudah dipahami ketika menjelaskan kehidupan dan sejarah hidup Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Di samping itu Imam An-Nawawi rahimahullāhu ta’āla adalah ulama yang sangat teliti apalagi di dalam bidang ilmu hadīts yang berkenaan dengan sunnah Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Ilmu beliau luas dan beliau memiliki perhatian yang besar dalam masalah ini.

Bagaimana para ulama mempersaksikan menjadikan ucapan beliau sebagai rujukan dalam hal menilai makna hadīts-hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam dalam hal hukum terhadap hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Oleh karena itu ketika beliau rahimahullāh menulis kitāb ini, bisa kita bayangkan bahwa kitāb ini adalah sebuah karya yang sangat luar biasa tentunya dengan taufik dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla dari seorang imam besar Imam An-Nawawi rahimahullāhu ta’āla.

Inilah penjelasan, gambaran umum tentang kitāb ini. Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memudahkan kita untuk bisa mengambil manfaat darinya in syā Allāh.

Dengan memohon pertolongan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla kita akan membahasnya di halaqah-halaqah selanjutnya.

Untuk pengantar kitāb ini dan tentang penulisnya, saya cukupkan sampai di sini, mohon maaf atas segala yang salah dan kurang.

صلى الله و سلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
والحمد الله رب العالمين
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد إن لا إله إلا أنت استغفرك وأتوب إليك

____________________
BimbinganIslam.com
Kamis, 02 Shafar 1443 H/09 September 2021 M
Ustadz Abdullah Taslim, Lc. MA
Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah (تهذيب السيرة النبوية)
Halaqah 02: Pengantar Penulis dan Sekilas Tentang Isi Kitāb
———————————————————-​
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya. Shalawat dan salam semoga juga dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Álaihi Wasallam, segenap keluarga dan para sahabatnya.

MEDIA DAKWAH EUROMOSLIM: Buletin Terbit Setiap Hari Jum’at
EUROMOSLIM-AMSTERDAM
Indonesisch-Nederlandsche Moslim Gemeenschap–Amsterdam
Organisasi Keluarga Muslim Indonesia-Belanda di Amsterdam
EKINGENSTRAAT 3-7, AMSTERDAM-OSDORP

Amsterdam, 08 oktober 2021 / 02 rabi’ul awwal1443
Saran, komentar dan sanggahan atas artikel diatas kirim ke:
E-mail: Euromoslim-Amsterdam: media@euromoslim.org